
Harianpagi.co.id Surabaya,- Manajemen Vita School Surabaya memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar mengenai dugaan penggunaan dokumen administratif dalam proses penerimaan salah satu tenaga pendidik berinisial “D”.
Klarifikasi disampaikan oleh Susan, staf Human Resources Development (HRD) Vita School, melalui komunikasi telepon WhatsApp dengan wartawan, menyusul pemberitaan sebelumnya yang menyinggung dugaan penggunaan Akta Baptis yang disebut berasal dari Gereja Bethel Indonesia (GBI) Cabang Tanggul, Kabupaten Jember.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kepala sekolah Vita Senior High School sebelumnya menyampaikan pesan WhatsApp kepada “D” untuk keperluan pendataan internal. Dalam pesan tersebut, “D” dimintai salinan Akta Baptis serta foto saat prosesi baptis, yang rencananya akan dibagikan ke bagian HRD.
Menanggapi pesan tersebut, “D” membalas bahwa untuk foto saat baptis akan dicari terlebih dahulu, sementara Akta Baptis disebut telah pernah dibagikan sebelumnya kepada pihak sekolah, dalam hal ini kepada staf bernama Ms. Susan.
Kepala sekolah kemudian kembali menanyakan gereja tempat “D” dibaptis dan meminta agar informasi tersebut juga dibagikan. Namun, alih-alih memberikan keterangan tertulis, “D” justru mengirimkan foto dokumen baptis yang tercantum dikeluarkan oleh Gereja Bethel Indonesia Cabang Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember.
Dalam percakapan lanjutan, kepala sekolah kembali meminta penjelasan terkait gereja tempat baptis yang dimaksud.
Dalam klarifikasinya kepada wartawan, Susan menyampaikan bahwa pihak HRD meminta penjelasan mengenai dasar informasi dan bukti yang digunakan dalam pemberitaan, khususnya terkait dugaan ketidakabsahan dokumen Akta Baptis yang disebut berasal dari GBI Cabang Tanggul.
Susan menyatakan bahwa pada saat proses penerimaan guru berlangsung, pihak HRD tidak menerima informasi resmi yang menyebutkan adanya permasalahan atau keberatan terkait dokumen administrasi yang diserahkan.
Belum Menerima Surat Klarifikasi dari Gereja
Susan juga menyampaikan bahwa hingga klarifikasi ini dilakukan, bagian HRD belum mengetahui adanya surat klarifikasi dari pihak gereja yang disebut-sebut telah dikirimkan kepada Yayasan Pendidikan Dharma Vita maupun kepada kepala sekolah.
Menurutnya, HRD belum menerima salinan atau pemberitahuan resmi terkait surat tersebut.
Belum Ada Tindakan Internal
Terkait langkah internal sekolah, Susan menjelaskan bahwa hingga sebelum kedatangan wartawan ke lingkungan sekolah, pihak manajemen belum melakukan pemanggilan, teguran, maupun pemberian sanksi terhadap tenaga pendidik yang bersangkutan.
Langkah lanjutan, menurutnya, akan dilakukan setelah adanya klarifikasi menyeluruh serta koordinasi internal dengan yayasan dan pimpinan sekolah.
Komitmen Menindaklanjuti Informasi
Manajemen Vita School menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti setiap informasi yang masuk sesuai dengan prosedur internal dan kebijakan yayasan. Pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi atas penyampaian informasi secara langsung kepada manajemen.
Hingga berita ini ditayangkan, redaksi masih berupaya memperoleh keterangan resmi dari Yayasan Pendidikan Dharma Vita, kepala sekolah Vita Senior High School, serta pihak Gereja Bethel Indonesia Cabang Tanggul, Kabupaten Jember, guna melengkapi informasi secara berimbang, Bersambung,…





