Rumah Tak Layak Di Huni Milik Suryati di Pesawaran Butuh Uluran Tangan Pemerintah

Pesawaran,|Harianpagi.co.id,- 16 02 2025 – Di tengah derasnya pembangunan di berbagai macam Bidang (sektor) masih ada warga yang hidup dalam kondisi sangat memprihatinkan. Suryati (68), seorang lansia penyandang tunawicara sejak lahir, tinggal di rumah yang jauh dari kata layak Warga Desa Paya, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran.

Saat hujan turun, rumah yang dihuni oleh ibu Suryati berubah menjadi tempat yang nyaris tak bisa ditinggali, dikarenakan air hujan dengan mudah masuk ke dalam karena bangunan rumah tersebut memang sangat tidak layak di huni. Apalagi disaat musim penghujan saat ini, atap rumah bocor sana sini, dinding rapuh, dan lantai yang lembab, dikarenakan lantai tanah. menjadi Sudah menjadi kesehariannya bertempat tinggal dgn keadaan Kondisi yang seperti itu, sungguh menyayat hati dan sangat memilukan yang seharusnya mendapatkan perhatian yang sangat serius dari pemerintah kabupaten Pesawaran, khususnya Dinas PU/Perkim.

Ketika Tim Media Harianpagi.co.id mendatangi rumah ibu Suryati tersebut.
Betapa mengenaskan keadaan Kondisi rumah tempat tinggal nya itu jauh dari kata layak sebagai tempat tinggal. Begitu besar harapan ibu Suryati untuk mendapatkan perhatian serta keperdulian dari Pemerintah berupa Bedah Rumah yg selama ini dicanangkan oleh pemerintah pusat khususnya dari Pemerintah kabupaten Pesawaran, sehingga ibu Suryati dapat merasakan keberimbangan pembangunan yang selama ini belumlah menyentuh kepada Warga Negara yang bernama ibu Suryati.

Upaya untuk mendapatkan bantuan sebenarnya telah dilakukan oleh pemerintahan desa paya, Mereka telah mengajukan permohonan agar Suryati mendapatkan program bedah rumah. Namun, hingga saat ini, belum ada realisasi atau tindak lanjut dari pemerintah daerah Kabupaten Pesawaran. Harapan itu terus menggantung tanpa kepastian.

Tim media yang mencoba mewawancarai Suryati menemui kesulitan karena keterbatasan komunikasi. Akhirnya, anaknya, Asmah, mendampingi dan mengungkapkan harapan besar agar ibunya bisa mendapatkan bantuan.

“Kami hanya ingin ibu bisa tinggal di tempat yang lebih layak, setidaknya tidak kebanjiran saat hujan dan lebih aman untuknya di usia yang sudah tua renta,” ujar Asmah dengan nada penuh harap.

Menanti Kepedulian Pemerintah dan uluran Masyarakat, Kisah Suryati seharusnya menjadi tamparan bagi semua pihak, terutama pemerintah daerah. Program bedah rumah yang ada seharusnya menyentuh warga yang benar-benar membutuhkan, bukan hanya sebatas data administratif tanpa realisasi di lapangan.

Masyarakat juga bisa berperan dengan memberikan uluran tangan. Gotong royong dan solidaritas sosial bisa menjadi solusi sementara untuk memperbaiki kondisi rumah Suryati sebelum bantuan pemerintah turun.

Besar harapan agar pihak terkait segera turun tangan. Jangan sampai kisah seperti ini terus berulang tanpa ada tindakan nyata. Suryati dan orang-orang dalam kondisi serupa berhak mendapatkan tempat tinggal yang layak, demi kehidupan yang lebih manusiawi.(S,bila)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *